Tentang ISIF
"ISIF didirikan untuk menopang cita sosial perjuangan Fahmina, dengan menghasilkan Sarjana Islam yang berintegritas, humanis, adil, dan transformatif — Sarjana Islam BERHATI."
INSTITUT Studi Islam Fahmina (ISIF) adalah perguruan tinggi keagamaan Islam yang didirikan oleh Fahmina pada 1 September 2007 atas permintaan masyarakat yang disampaikan pada resepsi ulang tahun Fahmina-institute ketujuh di Cirebon.
Fahmina adalah NGO (organisasi non-pemerintah) yang didirikan pada November 2000 di Cirebon yang bertujuan mewujudkan peradaban manusia yang bermartabat dan berkeadilan berbasis kesadaran kritis tradisi pesantren.
ISIF didirikan dengan dua misi utama: pertama, menghasilkan sarjana Islam yang berperspektif kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, kebinekaan, dan kearifan lokal dalam pengetahuan holistik keislaman yang transformatif. Kedua, menghasilkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan keislaman yang menjawab tantangan zaman dan bermanfaat bagi kemajuan serta kemaslahatan masyarakat yang bermartabat dan berkeadilan.
Sejarah ISIF
Latar Belakang Pendirian
Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) didirikan oleh Yayasan Fahmina pada 1 September 2007. Pendirian kampus ini bukan sekadar rencana akademis semata, melainkan wujud nyata dari aspirasi masyarakat yang disampaikan secara langsung pada resepsi ulang tahun Fahmina-Institute yang ketujuh di Cirebon.
Sebagai lembaga yang lahir dari rahim NGO (Fahmina yang berdiri sejak November 2000), ISIF membawa mandat besar untuk menopang cita-cita sosial perjuangan mewujudkan peradaban manusia yang bermartabat dan berkeadilan, berbasis pada kesadaran kritis tradisi pesantren.
Tonggak Legalitas
-
1 Sep 2007SK Yayasan Fahmina No. 1/PY-Fahmina/2007
-
17 Des 2007Izin Operasional Dirjen Pendis Kemenag RI No. Dj.I/495/2007
-
2 Okt 2009Pembaruan Izin No. Dj.I/557/2009
Tujuan Pendirian
ISIF didirikan dengan fokus utama untuk menghasilkan Sarjana Islam BERHATI — individu yang memiliki integritas tinggi, humanis, adil, dan mampu menjadi agen transformasi sosial di tengah masyarakat.
Misi Ilmu Pengetahuan
Misi ISIF adalah melahirkan ilmu keislaman yang tidak hanya teoretis, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman demi kemaslahatan masyarakat yang bermartabat, dengan tetap menghargai kearifan lokal.
Visi, Misi & Tujuan
Visi
Menjadi pendidikan tinggi Islam terdepan berbasis riset dan transformasi sosial, dan menjadi referensi akademik terkait Islam Indonesia yang toleran, adil, setara, dan menghargai tradisi lokal di Indonesia pada tahun 2036.
Misi
-
1
Menyelenggarakan pendidikan tinggi Islam yang kontekstual sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kontemporer.
-
2
Mengembangkan studi Islam melalui kajian ilmiah dan riset dalam perspektif kemanusiaan, kesetaraan-keadilan, demokrasi, keragaman, dan kearifan tradisi untuk menjawab tantangan zaman.
-
3
Mendorong transformasi sosial dalam kehidupan masyarakat melalui penerapan temuan keilmuan yang integratif antara studi Islam dengan ilmu-ilmu sosial transformatif.
-
4
Menyebarluaskan dan membumikan hasil kajian, riset keislaman, dan pengabdian kepada masyarakat yang humanis, toleran, dan adil dalam kehidupan masyarakat kontemporer.
Tujuan
-
1
Menghasilkan sarjana Islam yang berperspektif kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, dan keragaman dalam pengetahuan komprehensif studi Islam untuk transformasi sosial yang adil dan maslahat.
-
2
Menghasilkan ilmu pengetahuan keislaman yang menjawab tantangan zaman dan bermanfaat bagi kemajuan dan kemaslahatan kehidupan masyarakat.
-
3
Mengubah kehidupan masyarakat agar lebih adil, setara, demokratis, serta menghargai kebinekaan dan tradisi lokal untuk Indonesia yang berkeadilan dan bermartabat.
Landasan Nilai — KITA
Kemanusiaan
Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia tanpa terkecuali
Integritas
Konsisten antara nilai, ucapan, dan tindakan dalam setiap langkah
Transformatif
Mendorong perubahan sistemik menuju keadilan dan kesetaraan
Adil
Berpihak pada yang lemah dan menegakkan keadilan bagi semesta
5 Perspektif ISIF
Ada 5 perspektif yang digunakan ISIF dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat:
Kemanusiaan
Memandang semua manusia setara, bermartabat, dan berhak mendapatkan perlindungan.
Kesetaraan & Keadilan
Memperjuangkan hak-hak yang sama bagi semua kalangan tanpa diskriminasi.
Demokrasi
Mengakui hak suara dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan.
Keragaman
Menghargai perbedaan sebagai kekayaan dan kekuatan bangsa.
Kearifan Tradisi
Menghormati dan mengintegrasikan nilai-nilai tradisi lokal dengan Islam.
Kekhasan ISIF
ISIF berbeda dengan kampus lainnya dalam 4 hal utama:
Perspektif Terpadu
Semua proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menggunakan perspektif kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, keragaman, dan kearifan lokal. Pada akhir pendidikan, setiap mahasiswa wajib lulus ujian tertulis dan wawancara perspektif ini sebelum dinyatakan lulus.
Berbasis Realitas Sosial
Perkuliahan ISIF berbasis realitas praktik kehidupan sosial pada masyarakat pedesaan. Lokalogi (ilmu lokal) menjadi acuan pembelajaran. Bobot pembelajaran di kelas dan di lapangan sekitar 40% dan 60%.
PIT — Praktik Islamologi Terapan
KKN diganti dengan PIT, yaitu pembelajaran di lapangan selama 2 bulan dengan cara mempraktikkan ilmu-ilmu keislaman dalam konteks kehidupan nyata masyarakat desa. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR).
SPS — Studi Praksis Sosial
Sebelum PIT, setiap mahasiswa mengikuti perkuliahan SPS selama 40 hari — belajar pada lembaga non-pemerintah atau komunitas sosial yang berpengalaman dalam kerja-kerja transformasi sosial pada isu perempuan, gender, ekonomi, budaya, maupun dialog antaragama.
Paradigma Keilmuan
Islam Transformatif
Paradigma keilmuan ISIF adalah "Islam Transformatif", yakni Islam yang membebaskan dan mengubah kehidupan sosial menuju keadilan, kemaslahatan, dan kemanusiaan, dengan cara mendialogkan terus-menerus antara teks-teks klasik keislaman dengan dinamika sosial yang terus berubah — menghasilkan pemahaman Islam yang kontekstual dan menjawab tantangan zaman.
Pendidikan Kritis-Transformatif
ISIF menganut paradigma pendidikan kritis yang membebaskan melalui metode dialogis, partisipatoris, belajar dari realitas, dan mengaitkan teori dengan praktik transformasi sosial. Pendidikan pembebasan adalah kesadaran atas ketidakadilan yang menggerakkan transformasi demi terwujudnya keadilan, kemanusiaan, dan kedamaian bagi semua.
Lambang & Arti
Lambang ISIF terdiri dari unsur-unsur yang memiliki makna sebagai berikut:
Legalitas
Mars & Hymne ISIF
Mars ISIF
Institut Studi Islam Fahmina
Membangun peradaban Islam yang jaya
Tegakkan keadilan dan persaudaraan
Tebarkan kerahmatan semesta
Wujudkan perdamaian dunia
Wahai insan-insan cendekia
Cerahkan jiwamu, bukalah pikiranmu
Tunjukkan semangatmu
Untuk bangsa, negara, dan dunia
Hymne ISIF
Dari hati yang bening
Tumbuh dan kibarkan sayap jiwamu
Tebarkan cintamu kepada seluruh
Umat manusia
Bersyukurlah kepada Tuhan Yang Esa
Anugerah-Nya yang melimpah
Dan Rahmat-Nya untuk semua bangsa
Mari rengkuh cita dalam gita cinta
Menuju Indonesia nan jaya
Bersama Institut Studi Islam Fahmina