Penulis: Gun Gun Gunawan
ISIF Cirebon — Dalam rangkaian acara Wisuda Sarjana ISIF Ke-IX, ISIF resmi meluncurkan sebuah film dokumenter serta beberapa buku karya civitas akademika yang diterbitkan oleh Penerbit ISIF.
ISIF mempersembahkan film dokumenter berjudul A Woman Who Brings Change Across the Sea, yang diproduksi oleh mahasiswa SUPI–ISIF. Film berdurasi 12 menit ini hadir dari refleksi perjalanan intelektual dan sosial mahasiswa ISIF selama satu bulan penuh mengikuti program pembelajaran di Malaysia.
Film ini merekam jejak langkah Mimin Mintarsih, seorang perempuan Indonesia yang telah memimpin gerakan transformasi sosial selama lebih dari tiga dekade di tengah komunitas pekerja migran Indonesia di Malaysia.
Perjuangan beliau berfokus pada pembukaan akses pendidikan, penyediaan ruang aman, solidaritas kemanusiaan, serta pemberdayaan perempuan dan anak-anak di Negeri Jiran, Malaysia.
Kisah ini menjadi sorotan yang menggugah, menegaskan kontribusi besar perempuan dalam menguhkan kerja-kerja kemanusiaan dan perdamaian.
Selain film, ISIF juga memperkenalkan sejumlah buku terbaru karya dosen, mahasiswa, dan mitra pesantren. Judul-judul yang dirilis antara lain:
Tokoh Perempuan dalam Cerpen – Kumpulan cerpen mahasiswa ISIF
Menjahit Luka – Ayub Wahyudin
Bank Wakaf Mikro dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat – Udin Komarudin
Khidmah: Karya untuk Abuya – Santri dan Alumni Pesantren Kempek
Mahasiswa Abadi – Sukma Hadi W
Reinterpretasi Pancasila: Dialektika Islam dan Negara di Era Reformasi Indonesia – Muhammad Imaduddin Nasution
Salju Istanbul – Iit Supriatin
Akal Pikiran Jahat dan Berbagai Cara Melawannya – Romo Onufrius Tendean
Pelajaran Menulis Cita-cita – Kumpulan cerpen mahasiswa SUPI–ISIF
Sandal Jepit Pesantren – Kumpulan cerpen mahasiswa ISIF
Menunggu Keajaiban – Kumpulan cerpen mahasiswa ISIF
Di Antara Huruf dan Harap – Kumpulan cerpen mahasiswa ISIF
Peluncuran film dan buku ini mempertegas komitmen ISIF dalam menopang kreativitas mahasiswa sekaligus memajukan tradisi literasi akademik. Karya-karya tersebut diharapkan dapat memperkaya wacana kritis, membuka ruang pemikiran yang lebih luas, serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. []