Perpustakaan Tanpa Tuhan
Perpustakaan tanpa tuhan, sebagai ruang keraguan dan titik awal menemukan pengetahuan baru, karena ia hadir sebagai ruang aman.
Baca SelengkapnyaInformasi terkini tentang kegiatan, riset, opini, dan kabar dari kampus Institut Studi Islam Fahmina Cirebon.
Perpustakaan tanpa tuhan, sebagai ruang keraguan dan titik awal menemukan pengetahuan baru, karena ia hadir sebagai ruang aman.
Baca Selengkapnya
Sekarang, Anda bukan lagi pendidik, tapi customer service pendidikan, yang harus melayani siswa dengan senyum tiga jari tanpa boleh menyentuh perasaan, apalagi fisik mereka. Jika ada anak melanggar aturan, jangan marah—cukup isi laporan, print rapi, lalu serahkan ke orang tuanya. Karena, percayalah, mereka jauh lebih jago… mengubah masalah disiplin jadi kasus pidana.
Baca Selengkapnya
Triliunan rupiah sudah digelontorkan, tapi hasilnya ala kadarnya. Kualitas makanan minimal, pengawasan minimal. Tanggung jawab? Juga minimal. Sudah jelas bahwa dana tidak benar-benar turun ke anak-anak, tapi entah menguap ke mana—mungkin jadi bumbu rahasia agar rasa makanan jadi “unik”. Anak-anak, yang seharusnya prioritas, jadi korban. Investasi masa depan berubah jadi eksperimen mahal yang bikin geleng kepala.
Baca Selengkapnya
Adapun untuk nikel, jangan ditanya lagi. Indonesia adalah juara dunia! Saingannya bukan negara recehan, bukan negara ecek-ecek, tapi raksasa macam China, Amerika, Australia, bahkan Putin loh. Kanada sendiri pun angkat tangan, tak mampu menyaingi kedigdayaan Indonesia.
Baca Selengkapnya
Pengetahuan sejarah jika dicermati, dihayati akan menjadi sebuah jalan penyadaran untuk membangun negeri yang merdeka ini di masa kini yang akan terus berdampak ke masa depan. Bahwa masih banyak pekerjaan rumah dari cita-cita tokoh bangsa yang belum terselesaikan yang dituangkan pada UUD 1945 dan Pancasila. Pondasi ini tentu harus menjadi sebuah ‘kebijakan-kebijakan’ yang kemudian membangun negeri Indonesia menjadi lebih baik dari sebelumnya. Bukan menjadikan Indonesia semakin hari, semakin terlihat ‘kesenjangan sosial’ antara para pejabat dengan rakyatnya.
Baca Selengkapnya
Rakyat butuh cara baru, bukan sekadar basa-basi. Rakyat butuh gerakan yang nyata, suara yang bulat, dan kekuatan bersama. Karena bila terus dibiarkan, pejabat yang tuli hati ini akan semakin merampas hak rakyat. Mereka lupa, tanpa rakyat, kursi empuk itu hanyalah kayu kosong tak bernilai.
Baca Selengkapnya
Kalau dipikir-pikir, lama-lama acara kenegaraan bisa berubah jadi festival joget nasional. Bayangkan saja, mungkin nanti ada lomba joget kategori “menteri paling lentur”, “gubernur paling lincah”, sampai “bupati paling enerjik di atas panggung”. Rakyat yang nonton? Ya cuma bisa ketawa getir sambil mikir, “Ini yang katanya kerja untuk rakyat, kok malah joget mulu?”
Baca Selengkapnya
Sebagai seorang perempuan Indonesia, saya merasa bahwa pengesahan UU TNI ini adalah langkah mundur bagi demokrasi kita. Saya takut, ruang aman bagi perempuan untuk berbicara dan berpartisipasi akan semakin sempit jika militer kembali mendominasi kehidupan sipil. Saya khawatir, kontrol terhadap seksualitas dan tubuh perempuan akan semakin kuat di bawah sistem yang cenderung otoriter.
Baca Selengkapnya