Krisis Eksistensi Manusia Digital, dari Cogito Ergo Sum ke Premo Ergo Sum
Dominasi tekonologi digital tidak hanya merubah cara manusia berintraksi, tetapi juga merubah cara manusia dalam memaknai dan memahami eksistensi hidupnya.
Baca SelengkapnyaInformasi terkini tentang kegiatan, riset, opini, dan kabar dari kampus Institut Studi Islam Fahmina Cirebon.
Dominasi tekonologi digital tidak hanya merubah cara manusia berintraksi, tetapi juga merubah cara manusia dalam memaknai dan memahami eksistensi hidupnya.
Baca Selengkapnya
Dengan metode hermeneutisnya, Aboul Fadl menawarkan gagasan segar yang progresif tetapi juga terhindar dari tuduhan liberal. Dengan berfokus pada nilai-nilai moral dalam penafsiran teks, pemikiran Aboul Fadl memberikan landasan bagi pembacaan Islam yang lebih inklusif dan kontekstual.
Baca Selengkapnya
Wacana Islam Kosmik merupakan suatu gagasan yang disampaikan oleh Muhammad Al-Fayyadl, aktivis Front Nasional untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA). Ia menyebutkan bahwa Islam kosmik sebagai keberislaman dan korelasinya dengan kesadaran dan keberpihkan pada lingkungan hidup. Ini juga merupakan upaya cara memandang Islam bukan hanya sebagai ritual ibadah saja, melainkan sebagai tanggung jawab untuk menjaga alam semesta. Sehingga tercipta keharmonisan antara manusia dengan Tuhan dan alam.
Baca Selengkapnya
Kampanye publik hadir sebagai narasi perlawanan atas berbagai pembungkaman yang terjadi kepada masyarakat sipil. Mereka yang lantang bersuara melawan berbagai penindasan kerapkali dikriminalisasi akibat propaganda yang dilakukan oleh penguasa.
Baca Selengkapnya
Opini yang berkembang di masyarakat mengatakan bahwa pemerintah seolah abai dan mencoba menyembunyikan kejadian yang sebenarnya terjadi. Hal ini terlihat dari tidak ditetapkannya sebagai bencana nasional melainkan hanya ditetapkan menjadi bencana lokal, meskipun korban jiwa hampir mencapai ribuan orang.
Baca Selengkapnya
Krisis ekologis, termasuk banjir besar di Sumatra, mengingatkan kita bahwa musuh terbesar bumi bukan perbedaan agama, melainkan keserakahan manusia. Ketika hutan ditebang tanpa mempertimbangkan air dan udara, yang tumbang bukan hanya pohon, tetapi martabat manusia. Kemping Raya menunjukkan bahwa melawan kerusakan lingkungan berarti melawan ketidakadilan ekologis yang menindas banyak jiwa.
Baca Selengkapnya
Keunikan lain yang saya temui di kampung ini adalah tidak adanya jembatan, karena tidak diperbolehkan ada kendaraan yang masuk ke kampung. Orang yang masuk juga harus berpakaian yang tertutup dan sopan. Jadi, di kampung ini masih benar-benar kuat sekali tradisinya.
Baca Selengkapnya