Berita 24 Januari 2026 5 menit baca

Rektor ISIF Resmikan Pembangunan Gedung Perkuliahan Baru di Pondok Pesantren YAPIK

A
Admin ISIF
Kontributor ISIF Cirebon

ISIF Cirebon — Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon resmi memiliki gedung perkuliahan baru yang berlokasi di Pondok Pesantren Yayasan Pendidikan Insan Kamil (YAPIK). Peresmian dilakukan langsung oleh Rektor ISIF Cirebon, Marzuki Wahid, pada Rabu, 21 Januari 2026, bertepatan dengan kegiatan rutin Jam’iyyah Hadiyyu Pesantren YAPIK.

Gedung perkuliahan yang diresmikan berlantai dua dan terdiri dari empat ruang kelas yang telah dilengkapi dengan berbagai sarana dan alat pembelajaran. Pembangunan gedung ini mulai dilaksanakan pada 8 Oktober 2025 dan rampung hingga akhirnya diresmikan secara simbolis pada Januari 2026.

Dalam sambutannya, KH. M. Hariri, M. H.T., selaku Dewan Pembina YAPIK, menegaskan bahwa pembangunan gedung perkuliahan tersebut murni merupakan hasil swadaya kampus, yayasan, dan masyarakat, tanpa bantuan dana dari pemerintah.

“Tidak ada bantuan dari pemerintah sepeser pun. Gedung ini dibangun bermodalkan nekat dan lillahi ta’ala. Alhamdulillah, dengan dukungan banyak pihak, cita-cita memiliki ruang kelas sendiri yang memadai akhirnya tercapai,” ujar KH. Hariri.

Apresiasi Rektor

Rektor ISIF Cirebon, Marzuki Wahid, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak YAPIK, khususnya kepada KH. Hariri yang dinilainya memiliki inisiatif dan kegigihan tinggi dalam mewujudkan pembangunan gedung tersebut.

“Semoga ini menjadi awal bagi kemajuan dan kebangkitan ISIF di YAPIK. Karena ISIF sejak awal memang didirikan oleh orang-orang pesantren dan berpijak pada kesadaran kritis tradisi pesantren,” ungkapnya.

Marzuki Wahid juga menegaskan bahwa program utama ISIF saat ini adalah integrasi pendidikan tinggi dengan pesantren. Ia menyebutkan sejumlah program kolaboratif yang telah berjalan, seperti SUPI (Sarjana Ulama Perempuan Indonesia) di Majaasem melalui kerja sama dengan Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina, serta SAHARA (Sarjana Hafidh(ah) Nusantara) di Susukan bersama Pesantren Bina Insan Qurani (BIQ). Selain itu, ISIF juga menjalin kerja sama dengan Pesantren Arjawinangun, Pesantren Tahsinul Akhlak Winong dan sejumlah pesantren lainnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tujuan utama pendirian ISIF bukan sekadar mencetak lulusan bergelar sarjana, melainkan untuk melahirkan insan intelektual yang berorientasi pada pembangunan peradaban yang adil dan bermartabat.

“Kami membangun ISIF bukan untuk menambah deretan sarjana, tetapi untuk membangun peradaban umat manusia yang adil dan bermartabat berbasis kesadaran kritis tradisi pesantren. Sarjana ISIF adalah bengkel peradaban. ISIF adalah titik berangkat sekaligus ruang restorasi peradaban,” tegasnya.

Peresmian gedung perkuliahan ini ditandai secara simbolis oleh Rektor ISIF setelah rangkaian acara yang meliputi Jam’iyyah Hadiyyu, sambutan Ketua YAPIK, siraman qalbu oleh pendiri YAPIK, serta prosesi peresmian gedung baru ISIF YAPIK Cirebon. []

Bagikan Artikel Ini: