Krisis Eksistensi Manusia Digital, dari Cogito Ergo Sum ke Premo Ergo Sum
Dominasi tekonologi digital tidak hanya merubah cara manusia berintraksi, tetapi juga merubah cara manusia dalam memaknai dan memahami eksistensi hidupnya.
Baca SelengkapnyaInformasi terkini tentang kegiatan, riset, opini, dan kabar dari kampus Institut Studi Islam Fahmina Cirebon.
Dominasi tekonologi digital tidak hanya merubah cara manusia berintraksi, tetapi juga merubah cara manusia dalam memaknai dan memahami eksistensi hidupnya.
Baca Selengkapnya
Dengan metode hermeneutisnya, Aboul Fadl menawarkan gagasan segar yang progresif tetapi juga terhindar dari tuduhan liberal. Dengan berfokus pada nilai-nilai moral dalam penafsiran teks, pemikiran Aboul Fadl memberikan landasan bagi pembacaan Islam yang lebih inklusif dan kontekstual.
Baca Selengkapnya
“Pertama saya ingin mengapresiasi kepada penyelenggara serta kegiatan seperti ini perlu sering dilakukan untuk membantu kita melihat fakta melalui film dokumenter dan ruang diskusi. Karena itu saya sangat mendukung kegiatan seperti karena kampus merupakan ruang kebebasan akademik tempat tumbuhnya pemikiran kreatif, kritis, dan terbuka,“ jelas Marzuki Wahid.
Baca Selengkapnya
Kegiatan ini menghadirkan Wahyudi Anggoro Hadi, sebagai inovator pengelolaan sampah desa sekaligus mantan Lurah Panggungharjo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Wahyudi dikenal luas sebagai penggerak sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berhasil mengubah sampah menjadi sumber ekonomi masyarakat melalui “Desa Bersih Sampah Tanpa TРА”.
Baca Selengkapnya
Di sinilah kita perlu menghidupkan kembali gagasan KH. Abdurrahman Wahid tentang “Pribumisasi Islam”. Gus Dur sudah lama mengingatkan. Jangan Islamisasi pribumi. Tapi pribumisasikan Islam. Nilai Islam harus hadir. Tapi dalam wajah budaya kita sendiri.
Baca Selengkapnya
Kita tahu, dalam demokrasi kebenaran adalah fondasi deliberasi publik. Ketika fakta dipelintir atau diabaikan, ruang publik berubah menjadi arena konflik narasi yang destruktif. Dalam jangka panjang, kondisi ini menggerus kepercayaan publik dan membuka ruang manipulasi politik.
Baca Selengkapnya
Dalam tradisi demokrasi, ada satu prinsip yang tidak boleh ditawar, yaitu supremasi sipil. Artinya, militer dan aparat keamanan berada di bawah kendali kekuasaan sipil, bukan sebaliknya. Ketika batas ini mulai kabur, maka yang terancam bukan hanya demokrasi, tetapi juga kebebasan itu sendiri.
Baca Selengkapnya
Asih mengingatkan bahwa perilaku yang kerap dianggap sebagai guyonan, seperti mengejek, mengolok-olok, mengintip, hingga memusuhi sesama teman, sering kali dilakukan seolah-olah seseorang memiliki hak untuk melakukannya. Padahal, Islam justru mengajarkan umatnya untuk berlomba-lomba dalam hal kebaikan.
Baca Selengkapnya
“Sebagai kampus transformatif, ISIF harus terus segar, fresh, energik, yang mau tidak mau diisi oleh pimpinan yang mau berjuang mewujudkan visi ISIF, membangun peradaban manusia yang adil dan bermartabat,” jelas orang nomor satu di ISIF.
Baca Selengkapnya
Buku ini juga memberi penekanan penting pada pembedaan antara “politik Islam” dan “Islam politik”. Politik Islam dipahami sebagai praksis etis yang berorientasi pada kemaslahatan dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat. Sebaliknya, Islam politik sering kali menjadikan agama sebagai ideologi kekuasaan, yang berujung pada dominasi dan konflik.
Baca Selengkapnya
Kami membangun ISIF bukan untuk menambah deretan sarjana, tetapi untuk membangun peradaban umat manusia yang adil dan bermartabat berbasis kesadaran kritis tradisi pesantren. Sarjana ISIF adalah bengkel peradaban. ISIF adalah titik berangkat sekaligus ruang restorasi peradaban.
Baca Selengkapnya